Friday, September 20, 2013

Paradigm's Power Of Yours

            Hello readers. Blog ini memang sudah cukup lama dibuat tapi tidak pernah terisi ya. Hehe.
Kali ini Hanum akan bahas suatu hal yang sebenernya bukan hal baru, tapi nggak banyak orang tau, atau mungkin tau tetapi orang tidak menyadari keberadaannya. Padahal, ini penting untuk hampir segala aspek kehidupan kita sebagai manusia. Jadi kalo merasa bukan manusia tidak diteruskan juga tidak apa-apa. Heee. Disini hanum cuma mau menekankan kita sama-sama belajar ya, jadi kalau ada yang kurang sreg atau mau menambahkan silahkan langsung cus post comment tidak perlu sungkan. 
Paradigm of yours. Sebenernya apasih paradigm (paradigma) dan paradigm of yours itu sendiri? Paradigm adalah cara pandang atau pola pikir kita terhadap suatu hal. Maka paradigm of yours berarti cara pandang kita terhadap diri kita sendiri. Nah bagaimana itu, mari kita bahas.
Cara pandang disini maksudnya adalah persepsi atau sebuah gambaran dari diri kita terhadap diri kita sendiri. Bisa tentang abilities, uniqueness, typical behavior, apa saja yang menyangkut diri kita. Banyak sekali problematika-problematika yang ada di dalam diri manusia disebabkan karena adanya kesalahan bagaimana cara kita memandang terhadap diri sendiri. Kenapa bisa? Seperti saya sendiri dan juga kebanyakan orang, kesalahan manusia ini adalah sering sekali memikirkan hal-hal negatif untuk diri sendiri. Contoh simple, saya dulu merasa bicara di depan banyak orang itu susah dan menakutkan. Setiap ada apa-apa jarang sekali berbicara ataupun mengajukan pendapat apalagi berani memimpin dan presentasi di depan kelas (saat itu masih sekolah). Dikarenakan cara pandang terhadap diri ini efeknya dahsyat, positifnya dahsyat, negatifnya pun juga begitu. Kemudian bagian jeleknya tentu saja saat itu dikenallah saya sebagai anak yang pemalu dan tidak pede. Selalu berfikiran bahwa “Aku nggak bisa. Aku nggak bisa. Aku nggak bisa” ataupun “Presentasi itu susah. Presentasi itu susah”, dan mungkin doktrin ‘takut salah’ dan adanya pembandingan dari pendidikan indonesia yang membuatnya begitu. Bukan maunya menyalahkan pendidikan indonesia tapi ya well, saya sendiri merasakan itu. Di awal sekolah, nilai english saya rata-rata dibawah teman-teman sekelas, sampai-sampai menjadi minder. Di kemudian hari saya selalu merasa english itu susah dan saya merasa tidak mudah memahaminya. Benar saja, dengan cara pandang yg negatif tentang english di diri saya, mana bisa english skill menjadi ok? Padahal beberapa orang pun nampaknya dapat dengan mudah mempelajari english dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Kita semua memang harus belajar untuk mengikis kebiasaan-kebiasaan ini, kalau bisa sampai menghapuskan ya. Mulai belajar mengubah paradigma, think positive. Ohiya ilmu ini sebenarnya ada di psikologi, dengan istilah Self Concept. Yuk kita belajar self concept dengan benar dan menjadi manusia yang lebih baik.
Ada lagi readers, kalau readers tanya bagaimana dengan doktrin tadi? Ada solusinya kok. Tunggu di postingan berikutnya ;)


Salam hangat, Hanum.

Memenuhi tugas mata kuliah Ketrampilan Interpersonal
Dosen : Achmad Halil Noor Ali

7 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Since I'm the one who isn't good enough on self-confidence wkwk
    But it's not bad when you trying to express your thought out, eventhough you'll need an audacity to start it :D
    Nice one (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks niko,
      memang perbedaan self concept dengan self confidence tipis ya. Tapi disini lebih menekankan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri dengan adanya berbagai pandangan orang lain tentang dirimu :)

      Delete
  3. okay I got it perfectly hahaha
    hmmm last words.... it's like iron which being burned, and how you make yourself still strong and the other side forged easily :D

    ReplyDelete
  4. "Mulai belajar mengubah paradigma, think positive"
    i like this word :)

    ReplyDelete
  5. kritik dari saya
    Seharusnya kamu menulis "Indonesia", bukan "indonesia".
    Lalu menurut kamu, apa yang akan terjadi pada orang yang selalu berpikir bahwa dia buruk, dia tidak bisa dan sebagainya?
    Abaikan faktor lingkungan.

    ReplyDelete