Kali ini Hanum
akan bahas suatu hal yang sebenernya bukan hal baru, tapi nggak banyak orang
tau, atau mungkin tau tetapi orang tidak menyadari keberadaannya. Padahal, ini
penting untuk hampir segala aspek kehidupan kita sebagai manusia. Jadi kalo
merasa bukan manusia tidak diteruskan juga tidak apa-apa. Heee. Disini hanum
cuma mau menekankan kita sama-sama belajar ya, jadi kalau ada yang kurang sreg
atau mau menambahkan silahkan langsung cus post comment tidak perlu sungkan.
Paradigm of yours. Sebenernya apasih paradigm (paradigma) dan paradigm of yours itu sendiri? Paradigm
adalah cara pandang atau pola pikir kita terhadap suatu hal. Maka paradigm of
yours berarti cara pandang kita
terhadap diri kita sendiri. Nah bagaimana itu, mari kita bahas.
Cara pandang
disini maksudnya adalah persepsi atau sebuah gambaran dari diri kita terhadap
diri kita sendiri. Bisa tentang abilities, uniqueness, typical behavior, apa
saja yang menyangkut diri kita. Banyak sekali problematika-problematika yang
ada di dalam diri manusia disebabkan karena adanya kesalahan bagaimana cara
kita memandang terhadap diri sendiri. Kenapa bisa? Seperti saya sendiri dan
juga kebanyakan orang, kesalahan manusia ini adalah sering sekali memikirkan
hal-hal negatif untuk diri sendiri. Contoh simple, saya dulu merasa bicara di
depan banyak orang itu susah dan menakutkan. Setiap ada apa-apa jarang sekali
berbicara ataupun mengajukan pendapat apalagi berani memimpin dan presentasi di
depan kelas (saat itu masih sekolah). Dikarenakan cara pandang terhadap diri
ini efeknya dahsyat, positifnya dahsyat, negatifnya pun juga begitu. Kemudian
bagian jeleknya tentu saja saat itu dikenallah saya sebagai anak yang pemalu
dan tidak pede. Selalu berfikiran bahwa “Aku nggak bisa. Aku nggak bisa. Aku
nggak bisa” ataupun “Presentasi itu susah. Presentasi itu susah”, dan mungkin
doktrin ‘takut salah’ dan adanya pembandingan dari pendidikan indonesia yang
membuatnya begitu. Bukan maunya menyalahkan pendidikan indonesia tapi ya well,
saya sendiri merasakan itu. Di awal sekolah, nilai english saya rata-rata
dibawah teman-teman sekelas, sampai-sampai menjadi minder. Di kemudian hari
saya selalu merasa english itu susah dan saya merasa tidak mudah memahaminya. Benar
saja, dengan cara pandang yg negatif tentang english di diri saya, mana bisa
english skill menjadi ok? Padahal beberapa orang pun nampaknya dapat dengan
mudah mempelajari english dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Kita semua
memang harus belajar untuk mengikis kebiasaan-kebiasaan ini, kalau bisa sampai
menghapuskan ya. Mulai belajar mengubah paradigma, think positive. Ohiya ilmu
ini sebenarnya ada di psikologi, dengan istilah Self Concept. Yuk kita belajar
self concept dengan benar dan menjadi manusia yang lebih baik.
Ada lagi
readers, kalau readers tanya bagaimana dengan doktrin tadi? Ada solusinya kok. Tunggu di postingan berikutnya ;)
Salam hangat,
Hanum.
Memenuhi tugas mata kuliah Ketrampilan Interpersonal
Dosen : Achmad Halil Noor Ali
Memenuhi tugas mata kuliah Ketrampilan Interpersonal
Dosen : Achmad Halil Noor Ali


This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSince I'm the one who isn't good enough on self-confidence wkwk
ReplyDeleteBut it's not bad when you trying to express your thought out, eventhough you'll need an audacity to start it :D
Nice one (y)
Thanks niko,
Deletememang perbedaan self concept dengan self confidence tipis ya. Tapi disini lebih menekankan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri dengan adanya berbagai pandangan orang lain tentang dirimu :)
okay I got it perfectly hahaha
ReplyDeletehmmm last words.... it's like iron which being burned, and how you make yourself still strong and the other side forged easily :D
Wuahahahaha
DeleteAnalogi yang bagus (y)
"Mulai belajar mengubah paradigma, think positive"
ReplyDeletei like this word :)
kritik dari saya
ReplyDeleteSeharusnya kamu menulis "Indonesia", bukan "indonesia".
Lalu menurut kamu, apa yang akan terjadi pada orang yang selalu berpikir bahwa dia buruk, dia tidak bisa dan sebagainya?
Abaikan faktor lingkungan.